Kenapa Banyak Orang Tua Terasa Sepi Meski Hidup dalam Keramaian (Dan Apa yang Bisa Dilakukan)

Pernahkah kamu merasa menjadi orang tua justru bisa menambah rasa kesepian—bahkan ketika rumah penuh anak, pekerjaan, dan rutinitas harian? Realitasnya, banyak dari kita yang mengalami hal tersebut. Bukannya menikmati momen, realitas terasa berat, dan kita terjebak dalam rutinitas yang melelahkan tanpa ruang untuk benar-benar “terhubung”.

Namun, ini bukan sekadar perasaan: riset dari Wexner Medical Center, Ohio State University menyatakan bahwa 66% orang tua merasa terkadang atau sering kesepian. Bahkan, hampir empat dari lima orang tua (sekitar 79%) ingin bisa terhubung dengan orang tua lain di luar urusan rumah dan pekerjaan (Greater Good, Parents). Apa yang lebih mengkhawatirkan: kesepian ini erat kaitannya dengan tingkat burnout yang tinggi.

Apa yang terang di permukaan—bahwa menjadi orang tua bukan selalu soal koneksi, tapi terkadang justru keterasingan—mendorong kita untuk berpikir ulang. Jika komunikasi tak lagi lancar dan teman diskusi berganti popok, apakah kita perlu menarik napas dan menyusun strategi baru untuk hubungan sosial? Karena, kenyataannya, koneksi itu butuh usaha sadar, dan itu adalah bagian penting dari merawat diri dan keluarga.

Beberapa langkah kecil bisa jadi titik balik. Misalnya, membentuk grup arisan digital, ikut komunitas parenting lokal, atau sekadar menyapa tetangga saat mengantar anak ke sekolah. Hal-hal sederhana seperti ini bisa mengatasi ruang sepi dalam hidup. Ingat, hubungan yang hangat bukanlah kemewahan—itu adalah kebutuhan dasar manusia.

Kamu tidak sendiri. Seperti cerita Ani (bukan nama sebenarnya), seorang ibu muda yang merasa ditinggalkan oleh teman-temannya karena topik obrolan kini tentang susu, popok, dan jam tidur si kecil. Ia memutuskan membuat “Kopi Sore Parents”, sekelompok kecil via chat grup yang kemudian mulai punya pertemuan mingguan di taman dekat rumah. Kini bukan hanya bahas anak dan ASI, tapi juga musik, cita-cita, bahkan galau ekonomi—dan semuanya terasa hidup kembali. Itu adalah pilihan hidup—ketika kita berani memilih koneksi, bukan terus berharap akan datang sendiri.

Jadi, kalau kamu merasa kesepian dalam kesibukan, mungkin saatnya mencoba hal sederhana: kirim chat, ajak kopi, atau ikut grup kecil. Pilihan-pilihan kecil seperti ini bisa membuka pintu koneksi baru—karena pada akhirnya, hidup ini soal membangun pilihan, bukan mengeluh soal keterbatasan.

Leave a Comment