Kenapa Banyak Orang Tua Terasa Sepi Meski Hidup dalam Keramaian (Dan Apa yang Bisa Dilakukan)

Kenapa Banyak Orang Tua Terasa Sepi

Pernahkah kamu merasa menjadi orang tua justru bisa menambah rasa kesepian—bahkan ketika rumah penuh anak, pekerjaan, dan rutinitas harian? Realitasnya, banyak dari kita yang mengalami hal tersebut. Bukannya menikmati momen, realitas terasa berat, dan kita terjebak dalam rutinitas yang melelahkan tanpa ruang untuk benar-benar “terhubung”. Namun, ini bukan sekadar perasaan: riset dari Wexner Medical Center, … Read more

Anak Nggak Bisa Lepas dari Gadget? Tenang, Ini Trik Digital Biohacking untuk Otak Digital Mereka

Anak Nggak Bisa Lepas dari Gadget?

Anak semakin lengket dengan layar gadget—dari pagi sampai malam, seolah ikatan itu lebih kuat dari ikatan keluarga. Realitanya, banyak orang tua merasa kehilangan momen karena layar digital menemani anak sepanjang hari. Bukan cuma soal waktu, tapi juga soal kesehatan mental dan perkembangan otak mereka yang terus terpapar sinyal instan dan dopamin tinggi. Menurut data terbaru, … Read more

Jangan Biarkan Teknologi Merampas Jiwa Anak Kita – Apa yang Harus Orang Tua Lakukan Sekarang?

pendidikan karakter anak

Berita OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer oleh KPK terkait dugaan pemerasan kembali jadi sorotan nasional. Siapa sangka, seorang pejabat dengan jabatan penting bisa terjerat kasus integritas? Kita jadi bertanya-tanya: mengapa orang-orang cerdas sekalipun bisa salah langkah? Jawabannya jelas—karakter yang lemah tak bisa ditutupi oleh kecerdasan setinggi langit. Jika pejabat sekelas Wamenaker bisa terpeleset, bagaimana dengan anak-anak … Read more

Masa Depan Anak Kita: Mengapa IQ Saja Tidak Cukup?

masa depan anak bukan tentang IQ tinggi, tapi karakter kokoh

Sebagai orang tua, kita tentu berharap anak-anak kelak sukses, dihormati, dan jauh dari perilaku yang memalukan. Namun, apakah kita masih berpikir bahwa masa depan mereka hanya ditentukan oleh IQ tinggi dan nilai rapor sempurna? Fakta berkata lain. Dunia saat ini tidak lagi mengukur keberhasilan hanya dari otak cerdas, tetapi dari karakter yang kuat. Daniel Goleman, … Read more

Tips Menjaga Orang Tua yang Lanjut Usia

Menjaga orang tua yang sudah lanjut usia adalah tugas yang sangat berharga bagi anak-anak mereka. Walaupun hal ini sulit dilakukan, namun kita sebagai anak harus melakukan yang terbaik untuk orang tua kita. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menjaga orang tua kita yang sudah lanjut usia.

  1. Melakukan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah hal yang penting untuk membantu orang tua kita menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Bisa melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan-jalan, berolahraga ringan, atau yoga. Ini bisa membantu mereka mempertahankan kesehatan fisik dan mengurangi risiko masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan stroke.

  1. Mengonsumsi makan sehat

Mengonsumsi makan sehat dan bergizi adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan orang tua kita. Pastikan mereka makan makanan yang bergizi dan sehat setiap hari seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein. Ini bisa membantu mereka mempertahankan kesehatan dan memperkuat daya tahan tubuh mereka.

  1. Mengurangi stres

Orang tua yang sudah lanjut usia sering mengalami stres yang berlebihan. Kita bisa membantu mereka mengurangi stres dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti berbicara, membaca, atau menonton film bersama mereka. Ini bisa membantu mereka menenangkan pikiran dan membuat mereka merasa lebih nyaman dan bahagia.

  1. Memberikan dukungan emosional

Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan dukungan emosional dari anak-anak mereka. Kita harus memberikan mereka kenyamanan dan dukungan setiap saat. Kita juga harus memberikan mereka kesempatan untuk berbicara dan membicarakan masalah mereka. Ini bisa membantu mereka mengatasi masalah emosional dan membuat mereka merasa lebih baik.

  1. Menjaga hygiene

Menjaga hygiene adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan orang tua kita. Pastikan mereka mencuci tangan secara teratur, mandi setiap hari, dan memakai pakaian yang bersih dan nyaman. Ini sangat penting untuk menjaga mereka dari serangan bakteri atau virus yang bisa menimbulkan penyakit.

6. Jangan biarkan mereka kesepian.

Orang tua yang sudah lanjut usia sering merasa kesepian. Cobalah untuk mengunjungi mereka secara teratur dan ajak mereka untuk berkumpul dengan keluarga dan teman. Ini akan membantu mereka merasa lebih terhubung dan memiliki sosialisasi.

7. Perawatan Kesehatan

Pertimbangkan untuk membantu mereka dengan perawatan kesehatan. Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih sering. Bantulah mereka untuk membuat janji dengan dokter dan memastikan mereka menerima perawatan yang mereka butuhkan.

8. Terima dan hargai mereka apa adanya.

Mungkin ini tidak mudah bagi kita generasi muda, atau sebagai anaknya, tetapi ingat kita dulu pernah diasuh oleh mereka. Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan dukungan dan pengakuan dari anak dan keluarganya. Hargailah mereka untuk segala hal yang mereka lakukan dan dukung mereka untuk terus bahagia dan sehat.

 

Menjaga orang tua yang sudah lanjut usia tidaklah mudah, tetapi itu adalah tanggung jawab dan tugas kita sebagai anak dan keluarga. Dengan melakukan hal-hal ini, kita dapat memastikan bahwa orang tua kita memiliki hidup yang bahagia dan sehat. Jangan lupa untuk memberikan mereka cinta dan dukungan sepanjang waktu.

Indonesia Masuki Masa Penuaan Penduduk dengan Lansia Naik 20 Persen

Saat ini usia Herman Susanto menginjak 46 tahun. Bayangan mengenai masa tuanya saat lanjut usia (lansia) belum terpikirkan. Hanya saja sejumlah rencana udah mulai dipersiapkan. Salah satunya mengenai keuangannya.

Herman sudah mulai menabung untuk mewujudkan impiannya untuk mempunyai kontrakan di Kota Jakarta. Kata dia, kontrakan itu nantinya untuk membantu perekonomiannya saat sudah lansia. Sebab, bapak dari anak satu itu berprinsip tidak ingin merepotkan putrinya kelak.

“Persiapan lain ingin belajar menulis. Jadi, saat sudah pensiun ada skill menulis buku sendiri. Sehingga bisa menawarkan draft buku pada penerbit. Enggak menadah tangan ke anak,” kata Herman kepada pilihanhidup.com.

Dia juga tidak ada rencana untuk menikmati masa tuanya di kampung halaman. Kelengkapan fasilitas kesehatan di Jakarta menjadi alasan utamanya. Selain itu, Herman mengaku sebagai peserta aktif BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan.

Dia mengharapkan kedua program pemerintah tersebut nantinya sangat berguna saat dirinya sudah tua, khususnya BPJS kesehatan. Sebagai seorang anak yang seringkali mengantarkan ayahnya kontrol rutin ke rumah sakit, Herman juga mengharapkan nantinya pemerintah pusat terus melakukan perbaikan.

Misalnya semakin banyak obat-obatan yang ditanggung oleh program milik pemerintah tersebut. Menurut dia, terdapat beberapa penyakit yang seringkali dihadapi para lansia dan pengobatannya belum ditanggung. Contohnya alzheimer hingga penyakit demensia lainnya.

“Waktu nyokap sakit alzheimer itu ada obat enggak ditanggung dan emang lumayan harganya. Lalu untuk pelayanan fasilitas kesehatan lansia dapat diprioritaskan, yang penting tidak dipersulit-lah nantinya,” ucap dia.

Cerita-cerita persiapan masa pensiun seperti diatas banyak kita jumpai di kalangan orang-orang Indonesia dengan usia diatas 40 tahun.

Sebagai negara keempat dengan populasi terbesar dunia, Indonesia mendekati cepatnya penuaan penduduk. Atau makin meningkatnya jumlah penduduk dengan usia di atas 60 tahun. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 1998 disebutkan bahwa penduduk lanjut usia (lansia) adalah mereka yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan adanya peningkatan persentase penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2045. Yakni sebanyak 19,90 persen dari total penduduk Indonesia.

Sedangkan data dari Kementrian PPN/Bappenas memprediksikan jumlah lansia pada 2045 berjumlah sekitar 61,4 juta jiwa atau sekitar 20-25 persen dari total penduduk. Atau satu dari lima penduduk Indonesia merupakan lansia.

 

Tantangan Indonesia Hadapi Fenomena Penuaan Penduduk

Fenomena penuaan penduduk bukanlah yang baru. Terdapat beberapa negara di dunia yang sudah menghadapinya dengan menerapkan beberapa kebijakan yang diberikan. Misalnya Jerman, Jepang, hingga beberapa negara lainnya.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Marya Yenita Sitohang, menyatakan bahwa fenomena penuaan penduduk berdampak pada suatu negara. Mulai dari aspek kesehatan, keuangan hingga kebutuhan lainnya yang perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak. Seperti halnya dari pemerintah sampai keluarga.

“Ageing population atau penuaan penduduk merupakan fenomena yang terjadi saat proporsi penduduk lanjut usia (lansia) cukup tinggi, hingga melebihi 20 persen. Sebagai dampak dari penurunan angka kelahiran dan meningkatnya angka harapan hidup, penuaan penduduk telah terjadi lebih dulu di negara-negara maju,” kata Marya tertuang dalam laman Liputan6.com.

Menurut dia, Indonesia perlu belajar dari sejumlah negara yang terlebih dulu mengalami fenomena penuaan penduduk. Marya menyatakan penduduk lansia identik dengan berbagai masalah kesehatan mulai dari penurunan fungsi penglihatan, pendengaran, pergerakan, dan sebagainya.

Selain itu, Indonesia juga masih menghadapi berbagai penyakit menular, gizi buruk, dan penyakit tidak menular yang seringkali dijumpai pada lansia. Hal tersebut pada akhirnya akan membatasi aktivitas dan produktivitas para lansia. Bahkan, nantinya kondisi itu juga meningkatkan kebutuhannya terkait pelayanan kesehatan.

Karena itu dia, meminta agar pemerintah perlu melakukan sejumlah penguatan dalam menghadapi fenomena tersebut. Yakni dalam hal kesehatan yang mencakup sumber daya sampai kemampuan pelayanan fasilitas kesehatan. Sebab, pelayanan tersebut tidak hanya untuk lansia, tetapi semua masyarakat.

“Pemerintah juga harus memikirkan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan. Penuaan penduduk identik dengan peningkatan pembiayaan kesehatan karena naiknya penggunaan pelayanan serta teknologi kesehatan,” ucap dia.

 

Dorongan Hidup Sehat

Sementara itu dia juga meminta agar masyarakat usia produktif saat ini mulai melakukan perilaku hidup sehat. Dimulai dari olahraga secara teratur, pemenuhan gizi yang cukup, manajemen stress yang baik, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk membantu persiapan kesehatan fisik dan mental ketika berusia lanjut.

Marya menyebut, tantangan terbesar bagi negara yang mengalami penuaan penduduk adalah mengembangkan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan yang seimbang dan berkelanjutan. Yaitu tanpa menitikberatkan pada subsidi negara atau masyarakat yang membayar saat menerima pelayanan kesehatan.

“Sejauh ini dari hasil penelitian yang pernah kita lakukan di pusat penelitian kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional, negara sudah memiliki beberap kebijakan yang mendukung lansia di masa depan. Salah satunya jaminan lansia yang dimiliki oleh BPJS ketenagakerjaan serta asuransi kesehatan dan BPJS kesehatan,” ujarnya.

 

Literasi Keuangan untuk Dana Pensiun Rendah

Lanjut dia, dalam aspek keuangan untuk kalangan PNS dan TNI/Polri sudah memiliki sistem dana pensiun. Namun, ada sejumlah pekerja rumah untuk angkatan kerja di sektor lainnya. Termasuk dalam menyiapkan sistem yang lebih baik untuk menjangkau para angkatan kerja di berbagai sektor.

Kata Marya, sebenarnya keberadaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dan program pensiun untuk merupakan langkah awal yang baik untuk para lansia nantinya. Namun, literasi keuangan, khususnya dana pensiun, penduduk Indonesia masih perlu kita tingkatkan.

“Namun kita tahu sendiri ketika pemerintah meningkatkan aturan untuk bisa cairkan dan jaminan hari tua di atas usia 56 tahun itu terjadi protes di antara para buruh, sehingga aturannya sempat dibatalkan kembali. Jadi dari fenomena ini kita dapat melihat bahwa kesadaran penduduk Indonesia terkait pentingnya dana pensiun masih cukup rendah dan kita harus sadar bahwa kepemilikan dana pensiun untuk hari tua sangat penting,” papar dia.

Marya mengatakan terdapat sejumlah langkah yang sudah mulai dilakukan oleh pemerintah pusat dalam peningkatan kesejahteraan para lansia. Seperti halnya bantuan sosial dari Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan yang berupa posyandu lansia dan program terkait penyakit degeneratif yang diderita para lansia.

Kemudian adanya Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Aturan itu kata Marya diharapkan dapat menjadi pendorong terjadinya peningkatan kualitas sistem pelayanan kesehatan, peningkatan literasi keuangan, serta kebijakan terkait tempat tinggal lansia Indonesia di masa depan.

Apa yang perlu kita lakukan?

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan hal tersebut. Bila Anda sekarang diusia 30  sampai 40 masih mempunyai kesempatan untuk membangun pondasi “pensiun”.

Sementara kalau Anda masih bingung, jangan khawatir, saat ini ada sebuah komunitas yang setiap bulannya mengadakan pembahasan masa pensiun. Komunitas ini hadir memang untuk Anda yang mempersiapkan pensiun sekaligus mungkin masih mendampingi orang tua Anda sendiri atau mertua Anda.

Nama komunitas tersebut adalah Happy Sandwich Community. Bila ingin join silahkan klik disini.

Bagaimana Mencapai Tujuan Keuangan Keluarga ?

Ketika sebuah keluarga mempunyai tujuan keuangan dimasa depan (spt memiliki mobil, rumah, berlibur, sekolah dll) tetapi belum mengetahui bagaimana cara untuk mencapainya (berapa besar uang yang harus ditabung) sehingga frustasi,  karena kondisi keuangan saat ini tidak akan mampu untuk mencapai tujuan tersebut, maka artikel ini dibuat untuk memandu mengatasi problem diatas.

Untuk mengatasi problem tersebut , terdapat 3 step (langkah) sebagai berikut:

STEP 1 : Memahami kondisi keuangan saat ini.

STEP ini enjelaskan 3 tools yg dapat memberikan panduan dalam menganalisa/mengetahui kondisi keuangan keluarga yaitu:

  1. Membuat cash flow keuangan keluarga

Tools pertama adalah Laporan Keuangan Keluarga (Cash Flow). Cash flow memberikan informasi besarnya penghasilan, pembayaran hutang dan tabungan setiap bulan. Adapun tabungan yang ideal adalah dengan nilai minimal sebesar 10% atau 30% dari total gaji yg diterima.

  1. Membuat neraca keuangan keluarga

Tools kedua adalah neraca keuangan keluarga, adalah untuk memberikan informasi posisi total harta, hutang dan tabungan yang kita miliki. Secara sederhana, Harta yang kita miliki berasal dari hutang dan tabungan.

  1. Membuat portfolio harta keluarga

Tools ketiga dari step 1 adalah membuat laporan portfolio harta. Dimana Harta diklasifikasikan sebagai harta produktif dan harta konsumtif. Buatlah list seluruh harta anda dan lakukan klasifikasi. Berapakah harta anda yg produktif? Tools ini memberitahu anda apakah selama ini keputusan keuangan yg dibuat sudah benar? atau setidaknya memberikan panduan untuk mengambil keputusan dimasa yg akan datang.

STEP 2 : Menentukan tujuan keuangan keluarga

Adapun tujuan/mimpi keuangan keluarga sebagai berikut:

  1. Persiapan Pendidikan Anak
  2. Biaya Hidup Pensiun
  3. Membeli asset yang mahal (rumah, mobil dll)
  4. Perjalanan ibadah – naik haji

Setelah menentukan tujuan keluarga, langkah yang paling penting adalah menentukan berapa besarnya tabungan yang harus dikumpulkan.  Untuk kasus kita kali ini, keluarga tersebut menetapkan hanya satu tujuan keuangan keluarga, yaitu pendidikan anak, jika tabungan tersebut disimpan di deposito dengan bunga 6% setahun, maka tabungan setiap bulan haruslah sebesar 1.3 juta setiap bulan.

STEP 3 : Usaha-2 yg dilakukan agar tujuan keluarga dapat dicapai

Step 3 ini bertujuan untuk mengatasi gap jika kondisi saat ini (uang yang dapat ditabung setiap bulan) lebih kecil dari tabungan seharusnya (tabungan untuk mencapai tujuan keuangan di step 2). Usaha yang dilakukan untuk mengatasi gap tersebut terdiri dari 2 langkah yaitu:

  1. Memperbaiki kondisi keuangan saat ini (harus bisa saving minimal 10% dan optimal 30% dari total gaji). Terdiri dari 4 tips sbb:

Memahami konsep kebutuhan dan keinginan dan kemudian Istri dan Suami harus kompak untuk melakukan pengeluaran yang sifatnya kebutuhan. Menentukan pos – pos pengeluaran yang bersifat keinginan.

Melakukan project cost saving, eliminasi pos-pos untuk pemenuhan keinginan. Identifikasi biaya – biaya yg sifatnya keinginan yang dapat kita kurangi. Misalnya didalam biaya kebutuhan harian terdapat biaya makan bakso setiap minggu sebesar 50 rb. Maka biaya ini dapat ditekan. Lakukan untuk setiap jenis pengeluaran sehingga kita akan mendapatkan total list cost saving.

  • Menggunakan metode patty cash. Misalnya total pengeluaran untuk kebutuhanadalah sebear 2.5 juta/bulan, maka uang ini langsung dipisahkan. Suami/istri tidak boleh mengambil uang dari rekening lain. Harus commit dan mengusahakan uang ini cukup sampai akhir bulan.

 

  1. Menabung dan sekaligus melakukan investasi

Terinspirasi dari pemikiran Robert T kiyosaki, Menurut saya seorang karyawan baru akan dapat mencapai tujuan keluarganya jika Ia pun berlaku/bertindak sebagai investor. Hal ini yang saya sebut “bermain di dua quadran” yaitu quadran employee (karyawan) dan Quadran investor. Rata-rata karyawan menyimpan tabungannya di instrumen tradisional seperti deposito. Dalam menabung di deposito tidak akan membuat anda mencapai tujuan keuangan keluarga. Tetapi anda harus menabung dan langsung menginvestasikan tabungan tersebut di produk – produk investasi. Sebelum anda berinvestasi haruslah memahami bahwa investasi memiliki resiko. High risk – High return. Saya pribadi adalah risk taker, sehingga lebih memilih untuk mengambil action untuk berinvestasi, walaupun beresiko tetapi mempunyai kemungkinan untuk mencapai seluruh tujuan keuangan keluarga. Bagaimana dengan anda??? Jika tabungan tersebut langsung diinvestasikan di sebuah instrumen dengan return 20%-30%