Kesehatan Mental Anak Muda: Mengatasi Masalah di Era Digital

Di era digital saat ini, anak muda di Indonesia menghadapi berbagai masalah kesehatan mental. Menurut studi oleh perusahaan software customer service, Tidio, tiga masalah kognitif yang paling umum adalah keinginan yang susah untuk dikendalikan untuk mengisi waktu luang dan kebosanan dengan Smartphone, melakukan kebiasaan berulang-ulang di Internet, dan mengkonsumsi media sosial.

Kesehatan mental remaja juga terancam oleh stigma yang melekat pada isu kesehatan mental di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan tingkat pemasungan orang dengan gangguan jiwa sebesar 14% pernah pasung seumur hidup dan 31,5%. Masalah aktual kesehatan mental remaja saat ini termasuk depresi berat (6,2%), kecemasan (4%), dan gangguan makan (3%).

Untuk membantu anak muda mengatasi masalah kesehatan mental mereka di era digital ini, orang tua atau penjaga harus memberikan pendidikan tentang dampak negatif dari media sosial dan internet. Mereka juga harus membatasi waktu layar anak-anak mereka dan memastikan bahwa mereka mendapatkan cukup tidur. Selain itu, orang tua atau penjaga juga harus memberikan dorongan positif untuk membangun rasa percaya diri anak-anak mereka

.
Selain itu, penting bagi anak muda untuk menjaga kesehatannya sendiri. Mereka harus meluangkan waktu untuk olahraga secara teratur. Olah raga yang dipilih juga bisa beragam sesuai dengan minat mereka. Tidak kalah penting perlu juga meluangkan waktu untuk sosialisasi dengan teman-teman mereka secara berkala.

Tips Menjaga Orang Tua yang Lanjut Usia

Menjaga orang tua yang sudah lanjut usia adalah tugas yang sangat berharga bagi anak-anak mereka. Walaupun hal ini sulit dilakukan, namun kita sebagai anak harus melakukan yang terbaik untuk orang tua kita. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menjaga orang tua kita yang sudah lanjut usia.

  1. Melakukan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah hal yang penting untuk membantu orang tua kita menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Bisa melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan-jalan, berolahraga ringan, atau yoga. Ini bisa membantu mereka mempertahankan kesehatan fisik dan mengurangi risiko masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan stroke.

  1. Mengonsumsi makan sehat

Mengonsumsi makan sehat dan bergizi adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan orang tua kita. Pastikan mereka makan makanan yang bergizi dan sehat setiap hari seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein. Ini bisa membantu mereka mempertahankan kesehatan dan memperkuat daya tahan tubuh mereka.

  1. Mengurangi stres

Orang tua yang sudah lanjut usia sering mengalami stres yang berlebihan. Kita bisa membantu mereka mengurangi stres dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti berbicara, membaca, atau menonton film bersama mereka. Ini bisa membantu mereka menenangkan pikiran dan membuat mereka merasa lebih nyaman dan bahagia.

  1. Memberikan dukungan emosional

Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan dukungan emosional dari anak-anak mereka. Kita harus memberikan mereka kenyamanan dan dukungan setiap saat. Kita juga harus memberikan mereka kesempatan untuk berbicara dan membicarakan masalah mereka. Ini bisa membantu mereka mengatasi masalah emosional dan membuat mereka merasa lebih baik.

  1. Menjaga hygiene

Menjaga hygiene adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan orang tua kita. Pastikan mereka mencuci tangan secara teratur, mandi setiap hari, dan memakai pakaian yang bersih dan nyaman. Ini sangat penting untuk menjaga mereka dari serangan bakteri atau virus yang bisa menimbulkan penyakit.

6. Jangan biarkan mereka kesepian.

Orang tua yang sudah lanjut usia sering merasa kesepian. Cobalah untuk mengunjungi mereka secara teratur dan ajak mereka untuk berkumpul dengan keluarga dan teman. Ini akan membantu mereka merasa lebih terhubung dan memiliki sosialisasi.

7. Perawatan Kesehatan

Pertimbangkan untuk membantu mereka dengan perawatan kesehatan. Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih sering. Bantulah mereka untuk membuat janji dengan dokter dan memastikan mereka menerima perawatan yang mereka butuhkan.

8. Terima dan hargai mereka apa adanya.

Mungkin ini tidak mudah bagi kita generasi muda, atau sebagai anaknya, tetapi ingat kita dulu pernah diasuh oleh mereka. Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan dukungan dan pengakuan dari anak dan keluarganya. Hargailah mereka untuk segala hal yang mereka lakukan dan dukung mereka untuk terus bahagia dan sehat.

 

Menjaga orang tua yang sudah lanjut usia tidaklah mudah, tetapi itu adalah tanggung jawab dan tugas kita sebagai anak dan keluarga. Dengan melakukan hal-hal ini, kita dapat memastikan bahwa orang tua kita memiliki hidup yang bahagia dan sehat. Jangan lupa untuk memberikan mereka cinta dan dukungan sepanjang waktu.

Menanti Kejutan di HUT ke-50 PDIP, Megawati Akan Umumkan Capres 2024?

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, ketua umum partainya, Megawati Soekarnoputri, menyiapkan kejutan menarik untuk acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI-P.

Namun demikian, Hasto belum mau membocorkan apakah kejutan itu terkait pengumuman calon presiden (capres) partainya atau hal lain.

Banyak pihak menduga HUT PDIP ke-50 akan menjadi momentum pengumuman sosok calon presiden (Capres) dari PDIP. Mengingat, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputi dikabarkan akan memberikan kejutan atau element of suprise di HUT PDIP ke-50 tersebut.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai HUT PDIP ke-50 merupakan momentum penting bagi PDIP untuk menyampaikan pikiran dan gagasan dalam membangun ke-Indonesiaan, kebhinekaan, kemajemukan dan keadilan kepada kader dan juga masyarakat.

Namun, terkait pengumuman Capres atau Cawapres PDIP sendiri, Pangi tidak meyakini bahwa PDIP bakal mengumumkan sosok Capres 2024 di HUT PDIP ke-50 besok. Hal ini berkaca pada faktor lain seperti poros koalisi yang hingga saat ini belum dibentuk PDIP.

“Saya rasanya tidak yakin bahwa PDIP bakal mengumumkan calon presiden (Capres), jangankan Presiden sampai sejauh ini partai koalisi atau teman koalisi PDIP saja belum terbentuk,” kata Pangi.

Kendati demikian, Pangi menyebut pengumuman capres PDIP kemungkinan bisa saja dilakukan sebagai sebuah kejutan atau bagian dari pada element of suprise dari PDIP sendiri. Hal ini tergantung bagaimana strategi PDIP dalam penentuan sosok capres di Pemulu 2024.

“Kalau yang kita dengar, PDIP tidak ingin terburu-buru dalam menentukan capres-nya. Tapi kalau memang ada kejutan ya mungkin saja sosok calon presiden diumumkan di HUT ke-50,” ujarnya.

Pangi menilai PDIP merupakan salah satu partai yang sudah selesai melewati masa pencarian popularitas. Artinya, PDIP dapat disebut sebagai partai yang sudah punya ikatan kedekatan dengan rakyatnya, Termasuk kesamaan kepentingan dalam hal program maupun yang lainnya. Sehingga, tidak terlalu mengandalkan figur.

“PDIP adalah partai yang tidak terlalu mengadalkan figur tetapi lebih mengandalkan kekuatan kaderisasi. Hal ini juga merujuk pada dukungan PDIP terhadap sistem proporsional tertutup di Pemilu 2024,” pungkasnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif IndoStrategic, Ahmad Khoirul Umam menjelaskan terkait kemungkinan adanya kejutan di HUT PDIP ke-50. Menurutnya, kejutan akan terjadi apabila Ketum PDIP Megawati mengumumkan nama Capres dan skema koalisi PDIP.

“Kejutan akan terjadi jika Bu Mega mengumumkan nama Capres dan skema koalisi dari PDIP. Selain keputusan penetapan nama Capres dan skema koalisi, rasanya tidak akan menjadi kejutan besar,” kata Umam kepada Liputan6.com Senin (9/1/2023).

Dia menambahkan, yang dimaksud kejutan pengumuman Capres PDIP ini jika PDIP hanya menetapkan satu sosok Capres, tetapi apabila dalam pengumuman tersebut menetapkan dua nama Capres, rasanya itu tidak akan menjadi kejutan.

“Bisa disebut kejutan jika PDIP menetapkan satu nama Capres saja. Tapi jika PDIP masih menetapkan dua nama Capres, misalnya Puan dan Ganjar, rasanya itu tidak akan menjadi kejutan. Karena menetapkan dua nama Capres merupakan strategi cari aman dan kurang tegas dalam melangkah, ujarnya.

Dosen Universitas Paramadina ini menyebut pengumuman sosok Capres dan skema koalisi PDIP akan menggerakkan dinamika politik nasional, terlebih bisa memicu percepatan deklarasi Capres-Cawapres koalisi lainnya.

“Terlebih di koalisi KIB yang selama ini langkahnya terkunci oleh sikap politik PDIP yang belum melangkah pasti,” Umam menandasi.