Mau Tahu Cara Mengatasi Hedonisme?

Setelah mengetahui dampak hedonisme yang merugikan kehidupan pribadi dan sekitar, pastinya sobat pilihanhidup.com  ingin menghindari perilaku hedonisme. Nah cari tahu cara mengatasi hedonisme di bawah ini. Mengubah Mindset Konsumtif Jadi ProduktifCara mengatasi hedonisme pertama, yaitu mengubah mindset konsumtif jadi produktif. Anda harus memiliki pola pikir memandang sesuatu berdasarkan produktivitasnya. Pertimbangkan keuntungan di masa sekarang dan … Read more

Gaya Hidup Hedonisme, Yuk cari Tahu Hal ini.

Pernah mendengar hedonisme?  Bagi sebagian orang, hedonisme adalah istilah yang barangkali sudah tak asing lagi. Hedonisme merupakan konotasi yang selama ini dianggap buruk.  Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hedonisme pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Hedonisme artinya seringkali dikaitkan dengan berfoya-foya.  Hedonisme adalah istilah yang sebenarnya berasal … Read more

5 Pilihan Gaya Hidup, Manakah yang Cocok Untukmu?

Kamu sedang bosan, boring atau ingin keluar dari hidupmu? Jangan lakukan hal itu, cukup ganti saja gaya hidupmu. Coba simak gaya hidup ini, siapa tahu cocok buat kamu sekarang. Contoh gaya hidup yang tepat akan berdampak baik pada kesehatan fisik dan mental.  Gaya hidup adalah fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, nilai, minat, pendapat, dan perilaku … Read more

Menjadi Menarik di Tempat Kerja dan Mempunyai Pengaruh

Menjadi berpengaruh di perusahaan kamu itu bisa. Yang kamu sebaiknya tampilkan adalah menjadi individu yang mampu merumuskan solusi kreatif untuk masalah kompleks, selain itu berarti mampu menghormati perintah sekaligus menampilkan karakter yang hangat . Sehingga kamu bisa terlihat menarik dengan karakter yang seperti itu. Tapi ingat hal itu juga di tunjang dari penampilanmu. Orang-orang membuat … Read more

Kebebasan dan Kebahagiaan

Setelah ketemu sahabat lama yang seorang trainer dan penulis juga, akhirnya saya mempunyai dorongan untuk berbagi.

Kali ini saya berbagi dalam bentuk pemikiran yang pernah aku baca dan pagi ini aku tuangkan dalam tulisan untuk semua rekan, teman seprofesi, sahabat, saudara dan my brother.

Ketika kita masih anak-anak, segala hal terlihat mungkin. Dunia terbentang luas dan kita melihat masa depan sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kita bisa melakukan apa saja. Saya percaya bahwa kehidupan merupakan pengalaman, dan kebahagiaanmerupakan keadaan alami dan dimana posisi kita seharusnya. Namun kita membiarkan banyak hal merintangi kebahagiaan dan kebebasan kita. Dalam kehidupan kita, kita menghadapi banyak tantangan dan sayangnya, seringkali kita membiarkan tantangan tersebut merintangi jalan kita.

Dale Carnegie merupakan salah asatu penulis buku favorit saya. Ia benar-benar mengetahui seberapa menantangnya perjalanan yang kita lalui, dan ia menyediakan kita dengan beberapa panduan untuk memasuki wilayah yang sedang kita coba masuki. Berikut ini merupakan beberapa perangkap yang ia jabarkan menggunakan kata-katanya sendiri. Perangkap-perangkap berikut dapat merampas kebahagiaan dan kebebasan kita jika kita membiarkannya.

 

Keadaan

“Bukan apa yang anda miliki, atau siapa diri anda, atau dimana anda berada, atau apa yang anda lakukan yang membuat andabahagia. Namun apa pemikiran anda.”

Ketika Viktor Frankl mengalami penderitaan yang amat sangat mendalam ketika ia berada di kamp Nazi, ia menemukan bahwa bukan dunia luar yang membuat anda merasa bahagia atau tidak; melainkan apa yang anda pikirkan dalam kepala anda. Sudut pandang Frankl, yang ia tulis dalam buku “Man’s Search for Meaning” adalah kita semua bertanggung jawab atas pengalaman hidup kita. Dari Buddha yang mengatakan “kita adalah hasil pemikiran kita sendiri”, hingga Earl Nightingale yang dalam bukunya “The Strangest Secret” menulis bahwa “anda akan menjadi seperti yang anda pikirkan”, ratusan bahkan ribuan penulis dan pemikir telah mengutarakan hal yang sama. Andalah yang mengendalikan diri anda sendiri; sehingga jangan berikan kekuatan anda kepada orang lain.

 

Kritik

”Setiap orang bodoh bisa mengkritik, mengutuk, dan mengeluh – dan kebanyakan orang berbuat demikian.”

Orang seringkali mengkritik anda karena membuat kekeliruan dalam melakukan sesuatu atau melakukan kesalahan. Saya terbiasa menerima kritikan dan menganggap serius kritik-kritik tersebut. Namun ketika saya benar-benar menerima fakta bahwa saya tidak sempurna dan bahwa saya juga melakukan kesalahan (setiap saat!) sama seperti semua orang di dunia ini; kehidupan saya berubah. Saya menjadi lebih percaya diri, berani mengambil risiko, dan yang paling penting, saya berhenti merasa khawatir.

Ketika seseorang menuduh saya melakukan kesalahan, saya biasanya berkata (setidaknya ke diri saya sendiri), ‘Ya, saya melakukan kesalahan. Saya manusia dan saya tidak sempurna. Saya pelupa, tidak konsisten, salah waktu. Tapi tahukah anda? Hal itu normal. Anda diperbolehkan melakukan hal-hal yang saya sebutkan tadi.’ Dan saya juga ingat bahwa siapapun yang menuduh saya sebenarnya sedang menunjuk diri mereka sendiri.

Tentu saja, kita harus melakukan refleksi dan belajar dari kesalahan kita – melakukan kesalahan yang sama berulang kali bukan merupakan hal yang baik – namun menerima kerapuhan dan memaafkan diri kita sendiri merupakan poin penting untuk menjadi bahagia dan sukses. Jika kita terlalu memfokuskan diri pada hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian kita; hal itu sama saja dengan menyia-nyiakan kelebihan yang kita miliki.

 

Rasa Takut

”Lakukan hal yang anda takut untuk lakukan dan teruskanlah.. langkah tersebut merupakan cara tercepat dan terbaik untuk mengalahkan rasa takut.”

Sama seperti orang-orang pada umumnya, saya merasa takut untuk berbicara di depan umum. Jantung saya berdetak kencang, mulut saya terasa kering, tangan saya bergetar dan kulit saya terasa lembab. Saya pikir tidak ada orang yang merasakan ketakutan yang saya alami ketika saya harus berbicara di depan sekelompok orang. Saya lebih memilih berhadapan dengan seekor singa yang kelaparan daripada harus berbicara di depan orang-orang berdurasi 5 menit. Namun saya tetap harus melakukannya karena merupakan bagian dari pekerjaan saya. Awalnya memang sangat-sangat tidak mengenakkan, tetapi lama-lama saya menjadi terbiasa.

Saya menceritakan ini untuk memberikan ilustrasi bahwa rasa takut merupakan sesuatu yang tidak nyata – rasa takut bisa diatasi. Namun satu-satunya cara untuk mengatasi rasa takut adalah dengan menghadapinya. Anda bisa menjalani hidup anda dalam rasa takut, atau mengatasinya.

Kita semua tahu bahwa akhirnya tidak ada satu pun yang kita lakukan yang benar-benar berarti. Dalam 100 tahun kita akan meninggal dan terkubur. Dalam 1000 tahun tidak ada seorang pun yang mengingat kita. Dalam 1 juta tahun ras manusia mungkin sudah musnah. Sehingga kita harus memanfaatkan setiap hari yang ada selama ada waktu! Jangan biarkan rasa takut menguasai diri anda. Hadapi rasa takut anda; lakukan apa yang anda takuti dan anda akan mengubah kehidupan anda.

 

Bermimpi

”Salah satu hal tragis yang saya ketahui tentang manusia adalah kita cenderung menunda kehidupan. Kita memimpikan sebuah taman bunga di horison dan melupakan mawar yang mekar di luar jendela kita hari ini.”

Tanpa mimpi, kehidupan tidak berarti apa-apa. Merupakan sebuah tragedi ketika kebanyakan dari kita membiarkan kehidupan menghancurkan impian kita. Ada kalanya kita memimpikan hal-hal besar dan fantastis – masa tersebut terjadi ketika kita merasa semua hal mungkin terjadi, ketika kita melihat hal-hal indah yang ada di dunia. Namun impian harus menuntun kita ke suatu tempat. Impian bisa menjadi penunjuk arah dan bisa memberikan kesuksesan dan kebahagiaan jika kita mengikuti impian kita dengan ketekunan.

Namun seringkali kita menjadi terperangkap ke dalam halusinasi. Hari ini kita mempersiapkan diri untuk hari esok, dan tindakan-tindakan serta pikiran kita hari ini membentuk masa depan kita, namun hidup di dalam masa depan itu bukanlah sebuah pilihan jika kita ingin merasa bahagia. Jika kita terbiasa hidup di taman bunga ajaib seperti yang diceritakan Dale Carnegie, maka saat kita tiba disana, kita tidak akan mengenali tempat tersebut dan kita tidak akan menikmati hasil yang kita raih.

Ketika kita melihat kembali semua pengalaman yang telah kita alami, kita hanya memiliki diri kita sendiri untuk diberi ucapan terima kasih, atau untuk disalahi, atas semua kebahagiaan dan kebebasan yang kita raih. Pada dasarnya kita hanya memiliki diri kita sendiri. Namun kenyataan tidak selalu seperti itu – kita bisa belajar dari orang lain yang telah mengalami apa yang kita lalui dan membiarkan mereka menuntun kita.

Personal Branding untuk Perusahaan

Perusahaan sangat mengerti betapa pentingnya branding dan oleh karena itu mereka berani meng-investasikan untuk itu. Dalam globalisasi seperti sekarang ini, personal branding menjadi penting juga, mengingat persaingan datang dari negara lain seperti Malaysia, Singapura dan India. Kalau kita tidak mempunyai personal branding yang kuat, maka yang dapat terjadi adalah meskipun kemampuan kita sama atau lebih dibanding dengan “expatriate” tetapi gajinya mungkin saja lebih rendah. Sama halnya dengan produk, kita tidak membeli kopinya, melainkan membeli starbucks-nya atau tidak membeli sepatu olahraganya melainkan membeli Nike misalnya. Meskipun ada sepatu yang lebih baik dari Nike tetapi dijual dengan merek Franz, maka orang lebih memilih membeli Nike. Memang dalam keseharian, personal branding juga dikaitkan dengan community branding yang melekat dengan personal orang tersebut, seperti misalnya alumni universitas tertentu, asal negara atau asal perusahaan dapat mempersepsikan orang tersebut. Ada perusahaan konsultan besar yang terkenal, misalnya, di dalamnya mempunyai soft asset yang istimewa seperti karyawan yang cerdas, motivasi tinggi dan mempunyai talen sehingga keluaran dari perusahaan tersebut dapat dibayar mahal di perusahaan lain. Baik atau buruknya persepsi dapat diubah dan diciptakan pada saat kita mengelola brand kita sendiri. Dalam hal ini betapa pentingnya intangible asset yang namanya brand ini.

Belum lagi di era teknologi informasi seperti sekarang, personal branding dapat membantu banyak hal. Dalam hal e-mail misalnya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kita sering kali menerima email dan menghapusnya sebelum dibaca, karena kita menganggap email tersebut tidak penting. Begitu juga dengan sms. Kalau kita sudah memiliki personal branding yang kuat, bisa dipastikan bahwa email atau sms yang kita kirim tidak akan dihapus sebelum dibaca. Kalau dari keseharian, kita dapat menyebut dan mengenal orang-orang yang mempunyai personal brand yang kuat. Sebut saja Rhenald Khasali sebagai pakar di bidang manajemen atau Roy Suryo sebagai pakar telekomunikasi, misalnya. Nama mereka sudah dapat diasosiasikan dengan keahlian tertentu. Personal Branding seperti inilah yang kita perlu bangun untuk menjadikan kita lebih mempunyai value.

 

Brand seperti apa yang perlu dibangun? Jawabnya sederhana, yaitu brand yang terpercaya dan dibangun berdasarkan reputasi. Kalau kita seorang sales executive, tentu saja reputasi dilihat dari banyak aspek diantaranya adalah bagaimana kita mencapai target dan membina hubungan dengan pelanggan, misalnya. Seorang pemimpin dilihat dari bagaimana organisasi menjadi lebih berkembang dengan cara-cara yang benar, misalnya. Seperti sudah disebut sebelumnya, brand berkaitan dengan persepsi sehingga reputasi yang kita bangun seyogyanya selaras dengan persepsi yang akan kita bangun.

 

Tantangan kita sekarang adalah bagaimana kita memulai memasarkan brand kita? Banyak sekali cara tentang hal ini. Salah satunya sudah dibahas dalam edisi bulan lalu tentang online networking dan memang online networking merupakan tools yang efektif untuk membangn personal brand. Cara lainnya, misalnya, kalau kita senang menulis, coba kirimkan artikel ke media. Dalam hal ini tidak harus dimulai dengan media yang berskala nasional. Kita dapat memulai dengan media lokal atau komunitas kecil dulu. Kalau untuk mahasiswa, misalnya, dapat juga menulis di media kampus. Atau kalau kita senang sebagai public speaker, dapat dimulai dengan memberi seminar, mengajar, menjadi asisten atau lainnya. Tulisan, seminar, email yang kita kirim, dan lainnya diharapkan mencerminkan hal-hal yang berkaitan dengan brand kita. Cara-cara komunikasi yang disebutkan di atas tentu saja tidak memerlukan biaya besar tetapi dapat menciptakan word of mouth marketing, seperti halnya networking melalui teman, kolega, klien maupun customers. Yang tidak kalah pentingnya juga adalah aktif mengikuti organisasi profesi dan juga alumni.

 

Apapun profesi kita, personal brand perlu dibangun dan dikelola oleh diri kita sendiri. Kedudukan atau jabatan menjadi tidak signifikan lagi andai saja kita sudah mempunyai brand yang kuat karena hal itu akan mengikuti dengan sendirinya. Personal brand dapat menjadi intangible asset yang sangat bernilai seperti halnya cocacola, pepsi col, Mc Donald dan masih banyak lagi. Selamat dan sukese membangun brand.