Profesi Baru, Social Media Marketing Specialist

Teknologi yang semakin canggih menghasilkan banyak profesi baru di dunia digital. Salah satu profesi yang populer di kalangan anak muda saat ini adalah social media marketing. Profesi ini tidak hanya ada di perusahaan startup, tapi juga di berbagai industri dan instansi lainnya.

Social media marketing adalah salah satu jenis pemasaran digital yang menggunakan media sosial atau jejaring sosial untuk mempromosikan produk, layanan, atau brand. Contohnya, platform media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, dan WhatsApp.

Fungsi dari social media marketing adalah untuk meningkatkan kesadaran merek dan loyalitas pelanggan. Selain itu, social media marketing juga membantu dalam menganalisis pasar dan menjangkau lebih banyak orang, mengingat tingginya jumlah pengguna media sosial di Indonesia maupun negara lain.

Untuk melakukan social media marketing, perlu konten yang cocok untuk diunggah pada masing-masing platform. Konten yang bisa dibuat beragam jenis, seperti informasi umum, promo, penawaran produk, tutorial, tips dan trik, serta konten lainnya. Ide-ide konten tersebut bisa dieksekusi dalam berbagai macam format, seperti foto, carousel, video portrait atau landscape.

Social media marketing bisa dilakukan secara gratis atau menggunakan iklan berbayar. Untuk menangani bagian social media marketing di perusahaan, dibutuhkan profesi khusus seperti social media specialist, social media marketing specialist, social media marketer, social media strategist, dan sejenisnya. Lalu, apa tugas dari seorang social media marketing specialist?

Tugas atau Job Description Profesi Social Media Marketing Specialist

Untuk menjadi ahli pemasaran media sosial, kamu harus tahu tentang berbagai macam tugas yang terkandung di dalamnya. Diantaranya adalah membangun dan mengelola prasarana media sosial, mengembangkan strategi pemasaran, berkolaborasi dengan agensi media digital, mengawasi dan melaporkan hasil kampanye, dan lain sebagainya.

  1. Menciptakan rencana konten yang sesuai dengan identitas merek atau perusahaan untuk berbagai platform media sosial.
  2. Membuat strategi media sosial dengan melakukan riset mengenai media sosial, cara untuk menyampaikan pesan dan memahami target audiens.
  3. Mempelajari strategi media sosial yang digunakan oleh kompetitor.
  4. Membuat konten digital yang menarik untuk semua jejaring sosial, meliputi penulisan, pengeditan tulisan di media sosial, meningkatkan lawan bicara (engagement) audiens, dan mempromosikan campaign yang sedang dijalankan di media sosial.
  5. Bertanya dan berinteraksi dengan audiens di media sosial, termasuk menanggapi pertanyaan yang masuk baik melalui kolom komentar atau pesan.
  6. Bekerja sama dengan tim pemasaran dan desainer grafis untuk menghasilkan konten.
  7. Untuk mengukur dan mengevaluasi performa media sosial, gunakan alat seperti Google Analytics, Hootsuite Pro, dan Facebook Insights.
  8. Membuat laporan terkait lalu lintas dari setiap media sosial dan memberikan rekomendasi strategi baru untuk mencapai hasil yang lebih optimal.
  9. Jaga agar tetap terupdate dengan trend dan fitur aktual media sosial.

Jika kamu berpikir bahwa pekerjaan seorang social media marketing specialist hanya berkutat di jalur pembuatan dan peng upload konten, maka kamu salah. Seorang specialist ini dituntut untuk melakukan analisa strategi, termasuk menganalisis strategi milik pesaing. Tugas yang cukup beragam, ya!

Seorang Ahli Pemasaran Media Sosial harus memiliki keterampilan tertentu untuk berhasil di bidang ini. Keterampilan tersebut termasuk kemampuan untuk mengikuti tren, menulis, membuat content visual, mengerti tentang algoritma media sosial, dan menganalisis data.

Jika Anda ingin menjadi seorang social media marketing specialist, skill apa yang harus Anda kuasai? Berikut adalah beberapa skill yang harus dikuasai:

  • Kemampuan berkomunikasi
  • Kemampuan untuk menulis
  • Berpikir secara inovatif dan strategis.
  • Keterampilan dalam bercerita.
  • Penguasaan akan berbagai platform media sosial
  • Pastikan untuk selalu mengikuti tren di media sosial.
  • Kemampuan untuk menggunakan alat-alat yang tepat untuk memaksimalkan strategi pemasaran media sosial.
  • Keahlian dalam desain visual
  • Kemampuan untuk memproduksi berbagai macam konten untuk berbagai platform media sosial.

Yang sudah dijelaskan di atas hanyalah beberapa dari banyak skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli pemasaran media sosial. Kamu juga harus belajar mengenai dunia pemasaran digital dan media sosial, agar kamu memiliki beragam kemampuan dan pengetahuan untuk maju.

Jika kamu tertarik dengan dunia digital marketing, khususnya social media marketing, maka pekerjaan sebagai social media marketing specialist adalah pilihan yang tepat untukmu.

Ayo cari tahu lebih lanjut tentang prospek karirmu ini!

 

Menjadi Menarik di Tempat Kerja dan Mempunyai Pengaruh

Menjadi berpengaruh di perusahaan kamu itu bisa. Yang kamu sebaiknya tampilkan adalah menjadi individu yang mampu merumuskan solusi kreatif untuk masalah kompleks, selain itu berarti mampu menghormati perintah sekaligus menampilkan karakter yang hangat . Sehingga kamu bisa terlihat menarik dengan karakter yang seperti itu. Tapi ingat hal itu juga di tunjang dari penampilanmu. Orang-orang membuat … Read more

Personal Branding untuk Perusahaan

Perusahaan sangat mengerti betapa pentingnya branding dan oleh karena itu mereka berani meng-investasikan untuk itu. Dalam globalisasi seperti sekarang ini, personal branding menjadi penting juga, mengingat persaingan datang dari negara lain seperti Malaysia, Singapura dan India. Kalau kita tidak mempunyai personal branding yang kuat, maka yang dapat terjadi adalah meskipun kemampuan kita sama atau lebih dibanding dengan “expatriate” tetapi gajinya mungkin saja lebih rendah. Sama halnya dengan produk, kita tidak membeli kopinya, melainkan membeli starbucks-nya atau tidak membeli sepatu olahraganya melainkan membeli Nike misalnya. Meskipun ada sepatu yang lebih baik dari Nike tetapi dijual dengan merek Franz, maka orang lebih memilih membeli Nike. Memang dalam keseharian, personal branding juga dikaitkan dengan community branding yang melekat dengan personal orang tersebut, seperti misalnya alumni universitas tertentu, asal negara atau asal perusahaan dapat mempersepsikan orang tersebut. Ada perusahaan konsultan besar yang terkenal, misalnya, di dalamnya mempunyai soft asset yang istimewa seperti karyawan yang cerdas, motivasi tinggi dan mempunyai talen sehingga keluaran dari perusahaan tersebut dapat dibayar mahal di perusahaan lain. Baik atau buruknya persepsi dapat diubah dan diciptakan pada saat kita mengelola brand kita sendiri. Dalam hal ini betapa pentingnya intangible asset yang namanya brand ini.

Belum lagi di era teknologi informasi seperti sekarang, personal branding dapat membantu banyak hal. Dalam hal e-mail misalnya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kita sering kali menerima email dan menghapusnya sebelum dibaca, karena kita menganggap email tersebut tidak penting. Begitu juga dengan sms. Kalau kita sudah memiliki personal branding yang kuat, bisa dipastikan bahwa email atau sms yang kita kirim tidak akan dihapus sebelum dibaca. Kalau dari keseharian, kita dapat menyebut dan mengenal orang-orang yang mempunyai personal brand yang kuat. Sebut saja Rhenald Khasali sebagai pakar di bidang manajemen atau Roy Suryo sebagai pakar telekomunikasi, misalnya. Nama mereka sudah dapat diasosiasikan dengan keahlian tertentu. Personal Branding seperti inilah yang kita perlu bangun untuk menjadikan kita lebih mempunyai value.

 

Brand seperti apa yang perlu dibangun? Jawabnya sederhana, yaitu brand yang terpercaya dan dibangun berdasarkan reputasi. Kalau kita seorang sales executive, tentu saja reputasi dilihat dari banyak aspek diantaranya adalah bagaimana kita mencapai target dan membina hubungan dengan pelanggan, misalnya. Seorang pemimpin dilihat dari bagaimana organisasi menjadi lebih berkembang dengan cara-cara yang benar, misalnya. Seperti sudah disebut sebelumnya, brand berkaitan dengan persepsi sehingga reputasi yang kita bangun seyogyanya selaras dengan persepsi yang akan kita bangun.

 

Tantangan kita sekarang adalah bagaimana kita memulai memasarkan brand kita? Banyak sekali cara tentang hal ini. Salah satunya sudah dibahas dalam edisi bulan lalu tentang online networking dan memang online networking merupakan tools yang efektif untuk membangn personal brand. Cara lainnya, misalnya, kalau kita senang menulis, coba kirimkan artikel ke media. Dalam hal ini tidak harus dimulai dengan media yang berskala nasional. Kita dapat memulai dengan media lokal atau komunitas kecil dulu. Kalau untuk mahasiswa, misalnya, dapat juga menulis di media kampus. Atau kalau kita senang sebagai public speaker, dapat dimulai dengan memberi seminar, mengajar, menjadi asisten atau lainnya. Tulisan, seminar, email yang kita kirim, dan lainnya diharapkan mencerminkan hal-hal yang berkaitan dengan brand kita. Cara-cara komunikasi yang disebutkan di atas tentu saja tidak memerlukan biaya besar tetapi dapat menciptakan word of mouth marketing, seperti halnya networking melalui teman, kolega, klien maupun customers. Yang tidak kalah pentingnya juga adalah aktif mengikuti organisasi profesi dan juga alumni.

 

Apapun profesi kita, personal brand perlu dibangun dan dikelola oleh diri kita sendiri. Kedudukan atau jabatan menjadi tidak signifikan lagi andai saja kita sudah mempunyai brand yang kuat karena hal itu akan mengikuti dengan sendirinya. Personal brand dapat menjadi intangible asset yang sangat bernilai seperti halnya cocacola, pepsi col, Mc Donald dan masih banyak lagi. Selamat dan sukese membangun brand.