Tips Menjaga Orang Tua yang Lanjut Usia

Menjaga orang tua yang sudah lanjut usia adalah tugas yang sangat berharga bagi anak-anak mereka. Walaupun hal ini sulit dilakukan, namun kita sebagai anak harus melakukan yang terbaik untuk orang tua kita. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menjaga orang tua kita yang sudah lanjut usia.

  1. Melakukan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah hal yang penting untuk membantu orang tua kita menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Bisa melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan-jalan, berolahraga ringan, atau yoga. Ini bisa membantu mereka mempertahankan kesehatan fisik dan mengurangi risiko masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan stroke.

  1. Mengonsumsi makan sehat

Mengonsumsi makan sehat dan bergizi adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan orang tua kita. Pastikan mereka makan makanan yang bergizi dan sehat setiap hari seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein. Ini bisa membantu mereka mempertahankan kesehatan dan memperkuat daya tahan tubuh mereka.

  1. Mengurangi stres

Orang tua yang sudah lanjut usia sering mengalami stres yang berlebihan. Kita bisa membantu mereka mengurangi stres dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti berbicara, membaca, atau menonton film bersama mereka. Ini bisa membantu mereka menenangkan pikiran dan membuat mereka merasa lebih nyaman dan bahagia.

  1. Memberikan dukungan emosional

Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan dukungan emosional dari anak-anak mereka. Kita harus memberikan mereka kenyamanan dan dukungan setiap saat. Kita juga harus memberikan mereka kesempatan untuk berbicara dan membicarakan masalah mereka. Ini bisa membantu mereka mengatasi masalah emosional dan membuat mereka merasa lebih baik.

  1. Menjaga hygiene

Menjaga hygiene adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan orang tua kita. Pastikan mereka mencuci tangan secara teratur, mandi setiap hari, dan memakai pakaian yang bersih dan nyaman. Ini sangat penting untuk menjaga mereka dari serangan bakteri atau virus yang bisa menimbulkan penyakit.

6. Jangan biarkan mereka kesepian.

Orang tua yang sudah lanjut usia sering merasa kesepian. Cobalah untuk mengunjungi mereka secara teratur dan ajak mereka untuk berkumpul dengan keluarga dan teman. Ini akan membantu mereka merasa lebih terhubung dan memiliki sosialisasi.

7. Perawatan Kesehatan

Pertimbangkan untuk membantu mereka dengan perawatan kesehatan. Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih sering. Bantulah mereka untuk membuat janji dengan dokter dan memastikan mereka menerima perawatan yang mereka butuhkan.

8. Terima dan hargai mereka apa adanya.

Mungkin ini tidak mudah bagi kita generasi muda, atau sebagai anaknya, tetapi ingat kita dulu pernah diasuh oleh mereka. Orang tua yang sudah lanjut usia membutuhkan dukungan dan pengakuan dari anak dan keluarganya. Hargailah mereka untuk segala hal yang mereka lakukan dan dukung mereka untuk terus bahagia dan sehat.

 

Menjaga orang tua yang sudah lanjut usia tidaklah mudah, tetapi itu adalah tanggung jawab dan tugas kita sebagai anak dan keluarga. Dengan melakukan hal-hal ini, kita dapat memastikan bahwa orang tua kita memiliki hidup yang bahagia dan sehat. Jangan lupa untuk memberikan mereka cinta dan dukungan sepanjang waktu.

Indonesia Masuki Masa Penuaan Penduduk dengan Lansia Naik 20 Persen

Saat ini usia Herman Susanto menginjak 46 tahun. Bayangan mengenai masa tuanya saat lanjut usia (lansia) belum terpikirkan. Hanya saja sejumlah rencana udah mulai dipersiapkan. Salah satunya mengenai keuangannya.

Herman sudah mulai menabung untuk mewujudkan impiannya untuk mempunyai kontrakan di Kota Jakarta. Kata dia, kontrakan itu nantinya untuk membantu perekonomiannya saat sudah lansia. Sebab, bapak dari anak satu itu berprinsip tidak ingin merepotkan putrinya kelak.

“Persiapan lain ingin belajar menulis. Jadi, saat sudah pensiun ada skill menulis buku sendiri. Sehingga bisa menawarkan draft buku pada penerbit. Enggak menadah tangan ke anak,” kata Herman kepada pilihanhidup.com.

Dia juga tidak ada rencana untuk menikmati masa tuanya di kampung halaman. Kelengkapan fasilitas kesehatan di Jakarta menjadi alasan utamanya. Selain itu, Herman mengaku sebagai peserta aktif BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan.

Dia mengharapkan kedua program pemerintah tersebut nantinya sangat berguna saat dirinya sudah tua, khususnya BPJS kesehatan. Sebagai seorang anak yang seringkali mengantarkan ayahnya kontrol rutin ke rumah sakit, Herman juga mengharapkan nantinya pemerintah pusat terus melakukan perbaikan.

Misalnya semakin banyak obat-obatan yang ditanggung oleh program milik pemerintah tersebut. Menurut dia, terdapat beberapa penyakit yang seringkali dihadapi para lansia dan pengobatannya belum ditanggung. Contohnya alzheimer hingga penyakit demensia lainnya.

“Waktu nyokap sakit alzheimer itu ada obat enggak ditanggung dan emang lumayan harganya. Lalu untuk pelayanan fasilitas kesehatan lansia dapat diprioritaskan, yang penting tidak dipersulit-lah nantinya,” ucap dia.

Cerita-cerita persiapan masa pensiun seperti diatas banyak kita jumpai di kalangan orang-orang Indonesia dengan usia diatas 40 tahun.

Sebagai negara keempat dengan populasi terbesar dunia, Indonesia mendekati cepatnya penuaan penduduk. Atau makin meningkatnya jumlah penduduk dengan usia di atas 60 tahun. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 1998 disebutkan bahwa penduduk lanjut usia (lansia) adalah mereka yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan adanya peningkatan persentase penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2045. Yakni sebanyak 19,90 persen dari total penduduk Indonesia.

Sedangkan data dari Kementrian PPN/Bappenas memprediksikan jumlah lansia pada 2045 berjumlah sekitar 61,4 juta jiwa atau sekitar 20-25 persen dari total penduduk. Atau satu dari lima penduduk Indonesia merupakan lansia.

 

Tantangan Indonesia Hadapi Fenomena Penuaan Penduduk

Fenomena penuaan penduduk bukanlah yang baru. Terdapat beberapa negara di dunia yang sudah menghadapinya dengan menerapkan beberapa kebijakan yang diberikan. Misalnya Jerman, Jepang, hingga beberapa negara lainnya.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Marya Yenita Sitohang, menyatakan bahwa fenomena penuaan penduduk berdampak pada suatu negara. Mulai dari aspek kesehatan, keuangan hingga kebutuhan lainnya yang perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak. Seperti halnya dari pemerintah sampai keluarga.

“Ageing population atau penuaan penduduk merupakan fenomena yang terjadi saat proporsi penduduk lanjut usia (lansia) cukup tinggi, hingga melebihi 20 persen. Sebagai dampak dari penurunan angka kelahiran dan meningkatnya angka harapan hidup, penuaan penduduk telah terjadi lebih dulu di negara-negara maju,” kata Marya tertuang dalam laman Liputan6.com.

Menurut dia, Indonesia perlu belajar dari sejumlah negara yang terlebih dulu mengalami fenomena penuaan penduduk. Marya menyatakan penduduk lansia identik dengan berbagai masalah kesehatan mulai dari penurunan fungsi penglihatan, pendengaran, pergerakan, dan sebagainya.

Selain itu, Indonesia juga masih menghadapi berbagai penyakit menular, gizi buruk, dan penyakit tidak menular yang seringkali dijumpai pada lansia. Hal tersebut pada akhirnya akan membatasi aktivitas dan produktivitas para lansia. Bahkan, nantinya kondisi itu juga meningkatkan kebutuhannya terkait pelayanan kesehatan.

Karena itu dia, meminta agar pemerintah perlu melakukan sejumlah penguatan dalam menghadapi fenomena tersebut. Yakni dalam hal kesehatan yang mencakup sumber daya sampai kemampuan pelayanan fasilitas kesehatan. Sebab, pelayanan tersebut tidak hanya untuk lansia, tetapi semua masyarakat.

“Pemerintah juga harus memikirkan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan. Penuaan penduduk identik dengan peningkatan pembiayaan kesehatan karena naiknya penggunaan pelayanan serta teknologi kesehatan,” ucap dia.

 

Dorongan Hidup Sehat

Sementara itu dia juga meminta agar masyarakat usia produktif saat ini mulai melakukan perilaku hidup sehat. Dimulai dari olahraga secara teratur, pemenuhan gizi yang cukup, manajemen stress yang baik, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk membantu persiapan kesehatan fisik dan mental ketika berusia lanjut.

Marya menyebut, tantangan terbesar bagi negara yang mengalami penuaan penduduk adalah mengembangkan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan yang seimbang dan berkelanjutan. Yaitu tanpa menitikberatkan pada subsidi negara atau masyarakat yang membayar saat menerima pelayanan kesehatan.

“Sejauh ini dari hasil penelitian yang pernah kita lakukan di pusat penelitian kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional, negara sudah memiliki beberap kebijakan yang mendukung lansia di masa depan. Salah satunya jaminan lansia yang dimiliki oleh BPJS ketenagakerjaan serta asuransi kesehatan dan BPJS kesehatan,” ujarnya.

 

Literasi Keuangan untuk Dana Pensiun Rendah

Lanjut dia, dalam aspek keuangan untuk kalangan PNS dan TNI/Polri sudah memiliki sistem dana pensiun. Namun, ada sejumlah pekerja rumah untuk angkatan kerja di sektor lainnya. Termasuk dalam menyiapkan sistem yang lebih baik untuk menjangkau para angkatan kerja di berbagai sektor.

Kata Marya, sebenarnya keberadaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dan program pensiun untuk merupakan langkah awal yang baik untuk para lansia nantinya. Namun, literasi keuangan, khususnya dana pensiun, penduduk Indonesia masih perlu kita tingkatkan.

“Namun kita tahu sendiri ketika pemerintah meningkatkan aturan untuk bisa cairkan dan jaminan hari tua di atas usia 56 tahun itu terjadi protes di antara para buruh, sehingga aturannya sempat dibatalkan kembali. Jadi dari fenomena ini kita dapat melihat bahwa kesadaran penduduk Indonesia terkait pentingnya dana pensiun masih cukup rendah dan kita harus sadar bahwa kepemilikan dana pensiun untuk hari tua sangat penting,” papar dia.

Marya mengatakan terdapat sejumlah langkah yang sudah mulai dilakukan oleh pemerintah pusat dalam peningkatan kesejahteraan para lansia. Seperti halnya bantuan sosial dari Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan yang berupa posyandu lansia dan program terkait penyakit degeneratif yang diderita para lansia.

Kemudian adanya Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Aturan itu kata Marya diharapkan dapat menjadi pendorong terjadinya peningkatan kualitas sistem pelayanan kesehatan, peningkatan literasi keuangan, serta kebijakan terkait tempat tinggal lansia Indonesia di masa depan.

Apa yang perlu kita lakukan?

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan hal tersebut. Bila Anda sekarang diusia 30  sampai 40 masih mempunyai kesempatan untuk membangun pondasi “pensiun”.

Sementara kalau Anda masih bingung, jangan khawatir, saat ini ada sebuah komunitas yang setiap bulannya mengadakan pembahasan masa pensiun. Komunitas ini hadir memang untuk Anda yang mempersiapkan pensiun sekaligus mungkin masih mendampingi orang tua Anda sendiri atau mertua Anda.

Nama komunitas tersebut adalah Happy Sandwich Community. Bila ingin join silahkan klik disini.

Penyebab Utama Stres Orang Dewasa

Apa yang paling memengaruhi Anda mungkin tidak sama dengan orang lain Stres adalah normal dan, sampai batas tertentu, merupakan bagian penting dari kehidupan. Meskipun itu menjadi sesuatu yang dialami setiap orang, penyebab stres bisa berbeda dari orang ke orang. Misalnya, satu orang mungkin menjadi marah dan kewalahan oleh kemacetan lalu lintas yang serius, sementara yang lain … Read more

Apa Dampaknya Stress Pada Remaja Bagi Kesehatannya?

Masa remaja sebenarnya merupakan masa untuk melakukan eksplore segala kemampuannya. Tetapi masa remaja juga kadang kala menjadi situasi yang kompleks dengan segala tekanan lingkungannya. Tahukah Anda jika usia remaja rentan terhadap tekanan atau stres? Yuk, simak tentang fakta remaja berikut ini. Menjadi Remaja Tidak Semudah seperti yang Terlihat Periode remaja merupakan transisi dari masa awal … Read more

5 Jenis Jus untuk Kesehatan

Meskipun jus dinikmati di seluruh dunia, ini adalah minuman yang kontroversial. Soal kesehatan, banyak orang yang berbeda pendapat. Beberapa berpendapat bahwa itu terlalu tinggi gula, sementara yang lain memperjuangkan kandungan nutrisinya yang tinggi. Kali ini ijinkan pilihanhidup.com mengulas ada 5 jus paling sehat dan membahas apakah jus adalah pilihan yang sehat secara umum. Mari kita … Read more

Apa perbedaan antara Depresi, Stres, dan Kecemasan?

Dalam percakapan sehari-hari dengan teman atau keluarga, kita cenderung berbicara tentang depresi, stres, dan kecemasan seolah-olah mereka itu menggambarkan hal yang sama. Ini bukan kasusnya. Salah satu alasan datang ke psikolog/terapis adalah untuk memilah apakah salah satu dari deskripsi ini sesuai dengan pengalaman Anda. Penting juga untuk diingat bahwa banyak orang memiliki elemen depresi dan kecemasan dan mungkin … Read more