Beberapa waktu lalu, ada seorang klien yang curhat ke saya, “Coach, kenapa ya saya tuh gampang banget mengeluh? Rasanya selalu ada aja yang kurang. Udah coba bersyukur, tapi tetep aja ada hal yang bikin sebel.” Saya senyum, karena pertanyaan ini bukan pertama kali saya dengar. Jujur aja, kita semua pasti pernah ada di fase itu. Tapi kenapa ya mengeluh itu kayak refleks otomatis?
social media
AI: Kawan Baru Pelajar Masa Kini yang Siap Membantumu Berprestasi Lebih
Yo, apa kabar teman-teman yang masih sekolah? Kalian siap untuk menjadi lebih produktif dan meraih prestasi gemilang? Jika iya, maka kalian harus mengenal AI, kawan baru yang siap membantu kalian dalam menggapai kesuksesan akademis. Apa itu AI? AI, atau Artificial Intelligence, adalah teknologi yang memungkinkan mesin untuk berpikir dan belajar seperti manusia. Dengan kemampuannya yang … Read more
Bersinergi dengan Generasi Z: Langkah ke Arah Kesuksesan Bersama
Hai, Sobat Pilihan Hidup! Kamu tahu, generasi Z sedang mengguncang dunia, dan saatnya kita merangkul perubahan ini dengan penuh semangat. David Stillman dan Jonah Stillman dalam buku “Generasi Z” menggambarkan generasi Z sebagai pionir perubahan yang membawa energi segar ke tempat kerja dan kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan membawa kita untuk lebih memahami siapa mereka, apa karakteristik utama mereka, dan bagaimana kita bisa bersinergi dengan generasi Z untuk mencapai kesuksesan bersama.
Akhirnya Akan Ada Aturan Social Commerce dari Pemerintah RI
Bro, kabar gembira nih buat yang suka jualan lewat media sosial atau e-commerce berbasis medsos. Kabarnya, pemerintah lagi ngegarap aturan baru buat ngebatesin aktivitas ini. Nggak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi sendiri yang kasih tau, katanya lagi di-finalisasi di Kementerian Perdagangan. Ini semua berhubungan sama revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 50 Tahun 2020 tentang urusan perizinan … Read more
Pilih Hidup yang Gak Hanya Buat Feed Instagram Tapi Buat Hati Bahagia!
Hai, Sobat pilihanhidup.com! Kamu pernah nggak kepikiran, hidup ini tuh gak cuma tentang ngejar likes dan followers di Instagram? Emang bener sih, bikin feed Instagram yang keren itu asik, tapi hidup itu lebih dari sekadar foto-foto cantik dan caption keren.
Sekarang, mari kita ajak kamu untuk melihat hidup dari sisi lain. Jadi, bukan cuma buat feed Instagram yang oke, tapi juga buat hatimu bahagia! Yuk, kita bahas bareng-bareng.
1. Kamu Lebih dari Sekadar Satu Pose
Biar kamu tahu, kamu itu lebih dari sekadar satu pose yang sering muncul di Instagrammu. Kamu punya banyak sisi yang berbeda. Kamu bisa jadi teman yang baik, anak yang penyayang, atau bahkan pekerja yang handal. Jadi, jangan terlalu fokus pada satu gambaran diri yang kamu tunjukkan di media sosial. Jadi dirimu yang seutuhnya!
Kehidupan Ini Bukan Hanya Followers, Tapi Juga Pilihan yang Kita Buat!
Hai, Sobat Pilihan! Kita udah nggak zaman buat cuma fokus ngejar followers di media sosial doang. Hidup ini jauh lebih gede dari sekadar angka-angka di layar ponselmu. Mari kita berbicara tentang pilihan, tentang hidup yang sebenarnya kita ciptakan.
Followers Hanyalah Angka
Pertama-tama, mari kita sadari bahwa followers di media sosial hanyalah angka. Mereka nggak mencerminkan nilai dirimu sebagai manusia. Gak peduli kamu punya 100 atau 100.000 followers, yang penting adalah bagaimana kamu menjalani hidupmu di dunia nyata.
Gak Cuma Ngetag Temen, Kita Juga Bisa Ngetag Hidup Kita Sendiri!
Holla, sobat pilihanhidup.com! Ngomongin soal tagging, pasti yang pertama muncul di pikiran kita adalah ngetag temen-temen kita di media sosial, betul gak? Tapi, coba deh, bayangin kalau kita punya fitur untuk ngetag hidup kita sendiri, gimana tuh rasanya? Nah, artikel ini bakal bahas lebih dalam soal konsep “ngetag” hidup kita sendiri, dan kenapa hal ini penting banget buat masa depan yang lebih kece!
Ketika Hidup Kita adalah “Tag” yang Kita Buat
Jadi begini, hidup itu sebenernya kayak postingan di Instagram. Kita punya kebebasan buat ngetag atau nge-label diri kita sendiri. Misalnya, kita bisa ngetag diri kita sebagai “pencinta seni,” “pejuang lingkungan,” atau “pemburu mimpi.” Ini adalah cara kita nunjukin identitas kita ke dunia luar.